Kamis, 27 Oktober 2011

Contoh Progaram Java Menggunakan If-Else


Ini merupakan program java If-Else >



import java.util.Scanner;
/**
/**
 *
 * @author COMPAQ
 */
public class yossalia {

    /**
     * @param args the command line arguments
     */
    public static void main(String[] args) {
        // TODO code application logic here
         int point;

        Scanner sc = new Scanner(System.in);
        System.out.println ("Masukkan point yang anda peroleh: ");
        point= sc.nextInt();

        if (point==1)
        {
            System.out.println ("Anda memperoleh medali: perunggu");
        }
   else
        if (point==2)
       {
            System.out.println ("Anda memperoleh medali: perak");
        }
 else
        if (point==3)
        {
            System.out.println ("Anda memeperoleh medali : emas");
        }
 else
        {

            System.out.println ("Anda belum mendapatkan medali...");
        }
    }
}





menghasilkan output :


run:
Masukkan nilai: 4
Anda belum mendapatkan medali
BUILD SUCCESSFUL (total time: 2 seconds)





Switch-Case dalam Java


Berikut adalah contoh penggunaan pernyataan switch-case jika diimplementasikan kedalam program:



import java.util.*;
/**
 *
 * @author COMPAQ
 */
public class Lee {

    public static void main(String[] args) {
        // TODO code application logic here

  Scanner input = new Scanner(System.in);

  char nilai = 'B';
  String nama;

  System.out.print("Masukkan nama:");
  nama = input.nextLine();
  System.out.println("Nilai :"+nilai);

  System.out.println("\n");
  switch(nilai)
  {
   case 'A': System.out.println(nama+" Nilai Anda memuaskan");
   break;

   case 'B': System.out.println(nama+" Nilai Anda bagus");
   break;

   case 'C': System.out.println(nama+" Nilai Anda cukup");
   break;
  }
 }
}



berikut adalah outputnya :


run:
Masukkan nama:yosalia
Nilai :B


yosalia Nilai Anda bagus
BUILD SUCCESSFUL (total time: 5 seconds)

Sabtu, 22 Oktober 2011

AKU (PENIPU ULUNG)





Siapakah aku?
Aku terlalu lemah untuk mengangkat kepalaku menghadap dunia,. Aku takut karena aku bukan siapa-siapa.
Ya aku tahu. Aku bukan siapa-siapa. Aku hanya orang munafik yang terlena dalam kebohongan pekat.

APA YANG KU CARI??? Entahlah, akupun tak mengerti.
Pepatah mengatakan ‘be your self’ aku tak paham bahkan aku tak tahu bagaimana diri ku yang sebenarnya. Apakah aku hidup dalam kebohongan??? atau sebenarnya kebohongan itulah AKU. Aku lelah mencari diriku , aku terlalu lelah menanti kepastian akan diriku.

Oh Tuhan, tidakkah Kau melihat aku yang berteriak dalam keheningan ini. Apakah semua ini hanya permainan ilusi Mu.....??




BY   : YOSSA

Sebut Kami 3PH2


(Yossa's short story)




Sesungguhnya hidup sangat indah jika kita menyadari bahwa keindahan itu sesungguhnya adalah diri kita. Banyak orang mencari kebahagiaan dari kemewahan, ke popularan, fashion, bahkan dalam diri orang lain. Terkadang kita merasa melihat kebahagian itu di mata orang yang kita sayangi, tetapi sesungguhnya kita sedang melihat pantulan kebahagiaan yang sebenarnya ada dalam diri kita sendiri. Kita terlalu lelah mencari, hingga akhirnya kita kembali pada awal, diri kita.


###

Aku menyebut mereka jari-jari kecil yang menggelikan. Jari tengah mengelitik telapak tangan dan semua tertawa. Ho, ho, ho, kami sedang tawai!.
 

###



Semerbak aroma tawa menghiasi puluhan hari dan ratusan jam kebersamaan kami dalam kelas itu. Ya.. 3ph2. Kelas kusam dengan dinding hijau yang mulai pudar. Tetapi kami tidak pernah memandang betapa jeleknya kursi-kursi kayu itu, atau betapa buruknya wajah kami saat tertawa. Kami tidak punya jadwal kapan lelucon itu harus keluar ataupun scenario tetap yang harus kami ikuti.
Kami terlalu bahagia untuk dapat menulis atau bahkan menderngarkan curhatan guru-guru. Kami gila dalam kebahagiaan yang kami bangun dibalik benteng-benteng kami tak akan pernah hancur.
 

###



Hari itu mentari siang tertawa angkuh sembari menunjukkan gigi kuningnya  yang bau dan mengerikan. Semua orang takut, mereka terkejut. Tak pernah ada mentari yang tertawa begitu menggenaskan, bahkan dalam cerita teletubis mentari di gambarkan sebagai anak kecil lucu dan ceria. Namun sekarang ceritanya berbeda, mentari hari itu tertawa dengan ganas karena melihat kami, 3ph 2 memulai lelucon itu lagi.
Disana, di belakang bangkuku seorang anak laki-laki berpostur tinggi dan ramping menjatuhkan leluconnya tepat dihadapanku.
“aku akan selalu menaburkan aura kegantengan ku ”
“4l4y for ever”
Wow! Dia mulai lagi!

Di dalam kelas, kami dapat melakukan apapun yang mungkin tak terpikirkan orang lain. Kami mengatai guru, kami memprotes guru, bahkan tak jarang kami mengucapkannya secara langsung, tak seorangpun yang munafik. Tak seorangpun.
Di  kelas kami yang mungkin terlihat menjijikkan bagi ‘orang luar’ menjadi rumah kedua bagi kami ‘anak-anak pencinta kasih’. Kami menciptakan lawakan miris,lelucon cinta dan beberapa FBI tertutup. Kami mencintai semua yang sudah terlukis secara tersirat dalam kelas ‘kandang’ itu. Hingga sebuah cinta alami bertunas di antara sepasang’ anak-anak pencinta kasih’ itu.
 

###

Kami memulai persahabatan kami dengan ganjil, dengan ketegangan yang dulu selalu tercipta setiap hari, umpatan kebencian bahkan perkelahian dengan dampak masuk BP, menjadi sarapan dan makanan ringan yang siap kami santap setiap hari. Indah, miris!.
 



Kini bagi  kami rasa persahabatan, seperti roti dan selai yang tidak nikmat dimakan jika tidak lengkap, seperti sayur tanpa garam (klise) yang gak banget kalau tidak terasa asinnya. Persahabatan bagi kami juga sangat penting, layaknya manusia yang tidak mampu lagi tertawa (waduh, gawat!). Persahabatan??? itu magic wordnya.
Kami tidak pernah tahu apa yang mungkin saja baru terjadi diantara kami, tetapi di kelas ini kami tidak pernah lagi memikirkan betapa kurusnya tubuh kami, betapa jeleknya jerawat yang menempel di ujung hidung atau menyesali nasib malang yang ditinggal pacar. Kami satu dalam bahagia yang kami bangun sendiri dalam dunia kami. Kami pernah berjanji dalam hati kami, jika kaki kets putih yang datang keesokan pagi akan masuk dengan sejuta tawa yang akan meledak nantinya.
 

###



Terkadang rasa bahagia membuat seluruh persendian kita mengejang, darah kita terpompa cepat, jantung kita berdebum seperti drum seakan meledakkan tubuh kita dan berubah menjadi keeping-keping kecil yang akan di terbangkan angin menuju firdaus kekal.
Kita tak dapat menolak kesedihan, tetapi tak satupun yang dapat melarang kita mendapatkan kebahagiaan!



                                                                                          






                                                                                           Oleh  : Yossa-Lee