Kamis, 20 Oktober 2011

OPINI MENGENAI UMRAH TANJUNGPINANG

Contoh Karya Ilmiah Populer


1. Kesan Awal 

            Menjadi seorang mahasiswa jurusan teknik perangkat lunak adalah sebuah kebanggan untuk segelintir orang, termasuk saya. Apalagi dengan dicalonkannya UMRAH Tanjungpinag sebagai universitas negeri membuat banyaknya kandidat lain menjadi saingan. Kesan awal memasuki universitas ini adalah banyaknya fasilitas yang tidak memadai selain kampus yang tak kunjung di pindahkan ke dompak. Banyak pula kritikan-kritikan negatiev tentang UMRAH dari masyarakat umum.


 2. UMRAH Menjadi Universitas Negeri 

          Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) adalah perguruan tinggi di Tanjung Pinang, yang berdiri pada tanggal 1 Agustus 2007. Universitas ini adalah gabungan dari 2 Perguruan Tinggi swasta: Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji Fisabilillah (Tanjungpinang), Politeknik (Batam), dan ditambah 2 Fakultas baru. Disini saya hanya ingin membahas UMRAH Tanjungpinang saja.
           Belum lama ini UMRAH Tanjungpinang telah sah menjadi universitas negeri. Dengan diresmikanya UMRAH menjadi universitas negeri, maka pembiayaan dan anggaran UMRAH, akan langsung diperoleh dari Pusat, karena sebelumnya pemerintah provinsi Kepri telah menyerahakan sejumlah aset dan tenaga pengajar UMRAH ke departemen pendidikan kementeriaan pendidikan pusat. Anggaran pembiayaan dari pemerintah untuk UMRAH Tanjungpinang mungkin merupakan prospek kedepan yang panjang dan tidak sebentar. Jadi sudah tentu dampaknya pada mahasiswa juga tidak langsung. Untuk anggaran sendiri, bukankakah setiap tahunnya UMRAH Tanjungpinang mendapatkan kucuran puluhan miliar dana hibah selama 5 tahun dari PBD provinsi Kepri?, mengapa seolah-olah dana tersebut tidak menujukkan dampaknya di lingkunagan Universitas. Ini dilihat dari fasilitas kelas yang tidak memadai seperti pada ruangan 1 fakultas teknik tidak tersedia meja dosen, pintu kelas yang tidak dapat ditututp dan AC yang tidak lagi berada didalam kelas setelah sebelumnya tidak berfungsi. Padahal dalam pasal 3 ayat 1 dan 2 Perpres Nomor 5 tahun 2011 tertulis bahwa: Segala pembiayaan yang diperlukan bagi penyelenggaraan Universitas Maritim Raja Ali Haji dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).


 3. Dosen Pengajar Masih Dari Luar

            Untuk dosen UMRAH Tanjungpinang masih dari luar daerah, seperti dari Institut Pertanian Bogor dan Universitas Indonesia. Untuk ssat ini hanya ada beberapa dosen pengajar yang berasal dari putra-putri daerah. Meskipun para dosen pengajar banyak didatangkan dari luar dan UMRAH Tanjungpinag juga sudah menjadi negeri, namun UMRAH baru memiliki akreditasi C. Banyak pihak yang menginginkan pengajar yang bukan hanya dari luar daerah, namun juga memiliki kemampuan akademik yang baik.


 4. Halte Bus Yang Tidak Memadai 

            Halte bus UMRAH Tanujungpinang masih tidak dapat dikatakan layak, karena atap halte yang masih dilapisi oleh terpal tidak kunjung diperbaiki, begitu juga tempat halte darurat saat ini tidak berada ditempat yang aman. Jika musim hujan tiba kendala dasar yang dialami oleh supir bus adalah harus berhenti di setiap fakultas untuk menjemput para mahasiswa, dan dampak untuk mahasiswa sendiri waktu lebih banyak terbuang untuk menunggu bus melalui fakultas masing-masing. Sudah jelas untuk masalah ini banyak pihak yang mengharapkan perbaikan nyata.


 5. Harapan Untuk Kampus UMRAH 

             Banyak harapan yang dikemukakan langsung atau yang hanya sembunyi-sembunyi dari lingkungan UMRAH Tanjungpinang. Harapan-harapan itu ada yang ditanggapi dengan baik namun ada juga yang ditanggapi dengan hukuman yang belum tentu tepat pada tempatnya. Untuk hal ini banyak pihak yang mengecam citra pendidikan UMRAH Tanjungpinang. Banyak harapan-harapan yang mungkin belum tersampaikan tentang perbaikan citra kampus yang sepertinya sudah semakin meluntur di kalangan masyarakat.