Selasa, 12 Juli 2011

PENIGGALAN...



Tadi pagi bongkar2 laptop (nyari2 file), tiba2 ketemu file cerpen temen2 yang disimpan di laptop aku. Karena aku punya tingkat iseng kreatif yg cukup tinggi, aku yg cool ini memutuskan (secara sepihak) untuk nge-post cerpen2 mereka. And…. this is ala my ‘sob’:


JULPIHD :
Tik...tik...tik begitu suaranya turun seperti sebuah alunan musik yang terdengar begitu riuh. Kian menemani kesendirianku hari ini. Aku duduk bersimbah menyilangkan kedua kakiku.Ku tatap hujan yang terus turun tiada hentinya. Kuputar otakkku mengingat semuanya, semua yang ku lalui hingga aku seperti ini. Seperti ini?, seperti apa??? Aku pun tak tahu seperti apa..
#@$%#@$%#@$%
Siang itu panasnya mentari begitu menyengat seakan merayap menggerogoti setiap kulit dan ingin membakarnya. Jantungku berdetak semakin kencang,tubuhku bergetar, hari yang begitu menakutkan kini datang juga. Seluruh pikiran merasuk diotakku.
‘’Apakah aku lulus”???
“Ataukah tidak”???
“Bagaimana bila aku tak lulus”???
          Amplop mulai dibagi,kubuka dengan hati-hati dan pikiran tak menentu. “LULUS” satu kata yang dapat kubaca dengan jelas.Semuanya seperti mimpi bagiku. Aku lulus. sekarang semua telah terjawab. aku bisa tertawa,tertawa bersama teman-temanku,bersama sahabatku,bersama pepohonan yang terus melambaikan dedaunannya.

@#$%^7@3$%^
Aku telah memutuskan semuanya, aku akan masuk sekolah kejuruan dan memilih SMKN 2 sebagai tujuan dengan jurusan perhotelan untuk melanjutkan petualanganku.Aku senang akhirnya aku diterima dijurusan yang ku pilih. Hatiku ku begitu riang aku tak menyangka ternyata keberuntungan masih menghampiriku.
14 juli 2010 tanggal yang begitu kuingat. Tanggal dimana aku resmi menjadi seorang siswi SMKN 2 setelah melalui MOS (Masa Orientasi Siswa) tentunya. Hal yang wajib dilakukan setiap orang yang akan menjadi murid disuatu sekolah. Aku masih merasa asing karena biarpun sudah menjadi bagian dari sekolah ini tapi aku masih memakai seragam SMP.
Pagi indah dengan  kicauan sang burung yang merdu . pepohonan kian terus melambai-lambai menambah indahnya pagi ini.aku tiba di gerbang sekolah baru ku dan terus berjalan di ikuti suara derapan sepatu-sepatu berwarna putih.
          “First day”
          “will be a happiness day ??”
          “or a bad day”
Kata-kata itu terus menggrilya dan menggerogoti hatiku.
         
Seperti yang telah ditetapkan aku mendiami kelas X PH 2.Hmmm,aku tak mengenal siapa-siapa.mereka begitu asing dimataku.Duduk di pojok belakang bagiku tak menjadi masalah,apalagi badan ku sangat tinggi.aku duduk bersama seorang gadis yang tinggi nya tak begitu jauh dariku,anak nya manis,semanis gula.Dia baik,itu yang dapat aku tangkap dari wajahnya.
          “Hai,aku Julfita”sapaku ketika aku duduk.
          “Aku Widya”balas nya dengan senyum yang tersungging di bibirnya.
Kelas ini begitu riuh,anak-anak yang terus tertawa,berbicara,berteriak seakan membuat kelas ini terkesan seperti pasar ikan.
                                                @#$%^7@3$%^
Dra.Jumiatin,itu nama yang ku baca saat dia menuliskan nama nya di papan. Beliau  orang yang baik,berbagai petuah dan nasehat terus di keluarkan dari bibir nya.Beliau adalah wali kelas kami yang paling bijaksana,walaupun kini dia tidak lagi menjadi wali kelas kami,tapi beliau masih terus memperhatikan kami...
                                      @#$%^7@3$%^
Aku mendatangi dua meja tepat didepan meja guru. Disana duduk dua orang gadis yang kurasa tak jauh berbeda tingginya. Aku kembali berkenalan dengan mereka.
“julfita”
“nurhasanah”
Widya”
“yosalia”
Mereka,ya mereka kini dan terus kan menjadi sahabatku.
@#@#@#@#@#@#
Aku mengenal mereka. Mereka seperti mawar. Mawar yang begitu indah namun selalu menusukkan duri-durinya pada setiap orang. Ya itulah mereka. Jelas melekat diotak dan tak terlupakan. ‘Kata-kata’ dapat menjadi sesuatu yang tajam yang mungkin bisa mengikis hatiku.
“jangan sok alim lah jadi orang”
Itu kata-kata yang keluar dari bibir merahnya.
Bukan hanya dia mawar indah yang terus menusukkan durinya. ada juga mereka yang tak pernah melihat hati orang lain. Pernah suatu kali aku membawa bekal.

Tapi saat aku hendak memakannya ia datang. Datang seperti singa lapar yang sip menyantap mangsanya. Ia terus dan terus memakan tanpa melihat kearahku siempunya bekal. Terkadang hatiku berbicara.
“Apakah itu memang sifatnyaa”??
Aku benci bahkan begitu membenci mereka. Mereka yang seperti singa. Ingin hatiku memberontak tapi aku tak mampu. Sabar. Hanya itu yang harus kulakukan. Sabar dan terus berharap suatu saat mereka kan bersifat lebih baik.
#@#@#@#@#@#@
Kelas 2 itu hal yang begitu kutunggu. Aku akan PSG dan segera merasakannya. Awalnya hatiku begitu ingin menjajaki Batam sebagai tujuan PSG ku. Tapi semua itu hanya imajinaasi dan harapan belaka. Jelas kuingat dimalam itu saat aku mengeluarkan kata-kata itu,saat aku bertanya. Apakah aku boleh PSG dibatam???  Namun jawaban yang keluar dari bibir kedua orang tuaku kata-kata yang tak begitu kusangka.”Tidak”,itu yang dikatakan. Aku bingung,berbagai pertanyaan melayang diotakku.
“Mengapa aku tak diizinkan”???.
 Alasan yang selalu kudengar
“Batam itu kota bebas,kau anak perempuan”
Tapi, menapa teman-temanku diizinkan??. Mengapa orang tua mereka tak melarangnya seperti orang tuaku melarang ku. Huffftttt. Namun lambat laun amarah ku meredam,semua pertanyaan yang selalu menghantuiku kini terjawab. Teman-teman ku sering berkta bahwa itu berarti orang tuaku begitu menyayangiku. Itulah alasan sinkron yang kudengar dari sahabatku.
Akhirnya aku akan melaksanakan PSG di Angsana Lagoi hatiku tersenyum begitu tahu apalagi aku akan disana bersama sahabat-sahabatku. Sebelumnya aku selalu berfikir dan berimajinasi dengan otakku tentang semua yang kan kulakukan disana. Apakah kan selalu tersenyum dan tertawa atau malah sebliknya melihat hatiku yang terus dibanjiri air mata kesedihan????
Hari ini hujan turun seakan n terus mengeluarkan air matanya. Air mata yang terus mengungkapkan kesedihannya. Ia terus menemaniku menelusuri setiap tapak jalan dan pepohonan yang berada dekatku. rumah itu terlihat begitu tua dan menyeramkan. Tak banyak kendaraan yang lalu lalang. Tak seorang pun tampak dipelupuk mataku melakukan aktivitas seperti yang selalu terlihat dihari-hariku. Aku menempati kamar yang usang,penuh dengan debu, sampah yang berserakan membuat kamar ini terlihat seperti tempat gundukan sampah, tapi apalah daya ku, ini lah kamar yang kan menjadi tempatku,yang kan menjadi saksi bisu segala yang kan kuhadapi dan menjadi teman ku dikala sepi menghadang dan sedih mengunjungiku.
Awalnya aku merasa tak nyaman. Aku harus tinggal disini,tanpa orang tua yang biasanya selalu ada disampingku. Aku harus melewati masa-masa sulit ku dan menangisi kesedihanku karena kesepianku akan suasana itu. Lambat laut aku dapat beradaptasi dengan ini semua,aku dapat menempatkan diriku diantara mereka. Mereka yang begitu dewasa dan dapat menjadi teman dan saksi akan hidupku selama aku menjalani semua ini. Mereka baik, supel, rendah hati dan selalu menemani hidupku selama aku melewati semua ini. Aku juga mempunyai abang angkat. Dia baik, dan dia menjadi pelepas sepi ku selama itu. Ia baik tidak hanya padaku tapi juga pada semua sahabat ku. Sahabat yang baik.
@#@#@#@#@#@#@#
Masa-masa remaja,masa yang begitu rentan yang begitu banyak godaan dan tak Luput dari masalah cinta,cinta dan cinta. Aku berdiri didepan cermin, menatap diriku, kini aku adalah seorang gadis yang terus dan terus mencoba sedewasa mungkin namun begitu sulit rasanya. Aku ingat dimana teman-teman ku mengatakan bahwa aku tak lebih dari seorang anak kecil. Aku tak dapat merawat diri,aku jelek. Tapi ya sudalah  buatku mereka hanyalah mengeluarkan pendapat. Toh nantinya aku pasti bisa berubah namun bukan sekarang. Hufffttt.
Aku sama seperti yang lainnya. aku pernah menyukai seseorang namun aku tak pernah mengungkapkannya. Aku hanya memendam perasaan itu jauh didalam hati.
@#@#@#@#@#@#
Naik kekelas 3 dengan nilai dan mendapat juara 3 membuat hati ku tersenyum bahagia.
Hari ini hujan turun membasahi dunia dengan air matanya yang terus menetes. Ia terus seolah membagi kesedihannya bagi setiap orang. Aku senang bila hujan turun karena ia kan mengalunkan nada yang lembut dihatiku. Tak ada hal yang begitu teristimewa bagiku semua berjalan seperti biaaa. Kelas yang berkicau seperti burung . menyeru-nyerukan setiap deruan dan kata-kata. Berjalan menapaki setiap lorong-lorong meja dan terus menjahili setiap anak yang ada. Semua ini mengingatkan ku kembali akan hari itu.
Siang itu matahari menampakkan wajahnya yang terus bercahaya dan menerangi dunia ini.
“Hebat kalian ya”
“Tak ada otaknya”
       Kata-kata yang begitu jelas terdengar. Semua bagaikan petir disiang hari yang menyambar. Itu karena temanku yang terus dan seakan tak penah lelah membut masalah. Hanya karena HP. HP yang seharusnya tak dapat dikenakan saat sekolah. Bukan hanya itu begitu banyak kata-kata yabg terus terucap dari mulut setiap guru
“ Kelas pembuat masalah”
“ kelas yang tak dapat mengerti “
“ kelas yang tak pernah mendengarkan kata-kata guru “
      Itu lah kata-kata yang selalu keluar dari bibir-bibir merah itu terkadang sempat mereka mencaci dan mengeluarkan amarah mereka hingga kami terdiam. Aku bingung dengan mereka, mengapa mereka tak mau ,mengerti?? Apakah mereka tak ingin mengubah semua sifat itu. Sifat yang selalu membuat kelas ini teremehkan oleh setiap guru.
        Miris, ya sungguh miris kehidupan kelas ini tak ada yang bisa dibanggakan oleh kelas ini. Hanya bangku dan meja-meja ini yang kan terus menjadi saksi bisu segala kejadian di setiap waktu dan hari yang dijalani. Setiap kata-kata dan nasihat yang keluar dari setiap bibir-bibir sang guru.
      Tak hanya disitu saja. Begitu banyak kejadian yang dapat disaksikan oleh sang kursi-kursi dan meja- meja ini. Dan bahkan mereka mungkin tertawa saat menyaksikan itu semua.
     Memiliki anak baru disetiap kelas itu hal yang wajar di setiap sekolah bahkan mungkin kan menyenangkan seperti apa yang selalu kuliha di sinetron. Namun mengapa ini begitu berbeda dari semua itu. Dfia,dia anak baru dikelas ku,dia laki-laki tak begitu tinggi. Ia selalu dijauhi, bahkan di cemooh atau ditertawakan asat ia berbicara atau membuat suatu hal kebodohan. Tak banyak yang menyukainya bahkan mungkin semuanya. Hal ini kembali mengingatkan ku akan kejadian di waktu aku menduduki kelas 1.
      Disitu kami mempunyai teman baru yang duduk dan tinggal dikelas kami. Ia sama seperti dirinya. Awalnya ia mempunyai teman,ia disukai dan mungkin seluruh anak disini ingin berkenalan dengannya. Namun lambat laun semua berubah. Banyak yang tak menyukainya. Dan ia pun mulai dijauhi. Dijauhi oleh setiap ana-anak.
Aku bingung mengapa mereka dijauhi??
“ mengapa mereka tak disukai”???
“ apakah mereka yang tak dapat menyesuaikan di dan bersosialisasi dengan semua ini”??
“ ataukah memang mereka yang memiliki sifat kurang menyenangka “???
Berbagai kata-kata itu timbul dihatiku. Tapi aku tak ingin lelap dengan semua pertanyaan itu.
          Aku pernah sempat menyesal memasuki dan duduk dikelas ini. Kelas yang penuh dengan kejadian-kejadian miris yang mungkin kan terus melekat diotakku bahkan hingga putih rambutku. Namun kuubuang jauh-jauh rasa sesal ku dan semua kini terganti.
        Lambat laun semua begitu menyenangkan. Kejadian miris itu tergantikan oleh semua ini. Semua yang begitu menyenangkan,semua yang begitu hidup. Aku juga selalu berharap dan bermimpi bahwa semua itu kan tergantikan. Sewnyumankan selalu tergoreska dihati mereka tidak hanya dihatiku yang serting kali ditutupi kabut hitam.
       Kejadian itu hanya sebagai pelengkap didalam hidupku menduduki kelas ini. Sebagai obat pahit yang kan ku telan dan tergantikan dengan rasa manis dihati setiap anak-anak ini termasuk aku tentunya.
    Hingga akhirnya semua meneriaki kata-kata itu. Kata-kata yang kini selalu diharapkan oleh semuanya. Kata-kata yang nantinya kan diteriaki dan keluar dari setiap bibir-bibir itu.
“LULUS”
     Ya itulah kata-kata yang kan mengakhiri setiap kejadian dipelupuk mata ,setiap senyum yang tersungging dibibir-bibir manis itu dan gelak tawa yang keluar dan terlepas dari hati setiap anak manusia itu.
@#$%$#@##$

Datang...
Sendiri..
Menjekkan kaki diantara lorong-lorong gelap....
Siapa aku ???
Siapa mereka ???
Tak pernah ada yang tahu.....
Tak pernah mengenal...
Namun kini...
Semua itu hanya pertanyaan konyol.
Yang mungkin kan terngiang dihati..
Aku , mereka kini menjadi satu..
Menjalin kehidupan bersama...
Tertawa bersama..
Menari bersama sang bunga...
Aku , mereka dan semua...
Semua mimpi indah...
Yang terajut di helai-helai benang..


NUNUNG :
“Lulus”.
Satu cerita bahagia.

                                                        @@@
                                                           
         ‘Smkn 2 tanjungpinang’ sebaris kata yang menggelisahkan hatiku. Sebuah kata yang mengubah hidup masa remajaku. Saat kaki SMP ku menapaki jalanan itu, aku baru membangun kastilku yang baru.  Saat yang ku benci, berpisah dengan mereka. Ya, mereka sahabat SMP ku. Aku sendiri, sendiri dengan sepi.
    Ada banyak orang saat  itu, beberapa anak perempuan dan anak laki-laki yang juga gelisah seperti aku. Ketika memasuki ruangan interview, seorang bapak yang kini kukenal dengan nama  ‘Pak Odi’ ketua jurusan kami.
“Kamu bisa bahasa inggris?”
Telapak tanganku seketika berkeringat, seuntai kata keluar dari bibirku dengan gugup. “Bb..biisa pak”
@@@

“Aku yosa” seorang gadis menatapku harap, tingginya sama sepertiku dan kini tangannya masih menggantung menunggu sambutan.
“Aku Nur”
“Allhamdulilah, akhirnya aku mendapatkan satu teman baru”
“Yosa, ntar kita duduk berdua ya?” ajakku.
Yosa mengangguk setuju.
“Kita duduk di depan ya, soalnya kalo duduk di belakang aku gak ngerti yang di jelasin guru”
“Boleh”.
Akhirnya mos selesai juga , rasa letih dan capek ku tergantikan karena seorang teman baru. Teman juga kini masih menemaniku disaat suka dan duka, disaat tatapan mereka memusuhiku. Kami  yang bernasib sama , kami yang dulunya tak mengenal satu sama lain disatukan oleh keadaan.
 Walaupun aku sempat berfikir hidupku akan skak mat disini, namun cahaya baru itu menyapaku, mengetuk fikiranku yang dibutakan oleh ketakutan.


                                                        @@@      

                                                           
     Beberapa hari di sekolah ini sedikit membuatku nyaman, ada Yosalia, Widya dan Julfita yang menjadi teman dan kini menjadi sahabatku. Sahabat ? agak aneh tetapi itu ada. Disini, di sekolah yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.
Akhir-akhir ini aku baru sadar kalau sesuatu yang ku cari sebenarnya ada dihadapan ku sekarang. Walau terkadang aku dibutakan kemarahan, kebencian namun sesuatu yang indah itu ada di depanku hanya aku yang belum membuka mata.

@@@

   “ibu susi!”
Anak laki-lak yang bernama Oki itu, berlari tergesa-gesa di hadapanku. ‘Ibu Susi’ adalah guru favorit semua siswa, dia rajin mengajar dan berbicara. Namun beberapa anak yang terus bicara, mengoceh dan berdandan di belakang. Aku tidak mengerti mengapa mereka tidak peduli pada Bu Susi, padahal dia guru senior di sekolah ini. Meskipun terkadang pakaiannya tidak singkron, tetapi dia tetap Guru IPS, satu-satunya Guru IPS di sekolah kami.

     Beberapa guru di sekolah ini juga cukup menyenangkan, ada Bu Jumiatin yang menjadi walikelas ku saat kelas satu, beliau sungguh sabar mengahadapi tingkah kami yang selalu bermasalah, ada ‘Bu Siti yang bersahabat dan sekarang ini yang menjadi walikelas kami, Bu Huta yang ramah dan pak Zohdi ketua jurusan kami meskipun beliau killer tapi menyenangkan dan beberapa guru lainnya.
 Namun anak-anak di kelasku tidak pernah berhenti bicara dan tertidur. Aku sempat berimajinasi kalau guru-guru itu berbicara alunan nada, seluruh kelas ini mungkin akan tertidur lelap. Kelasku yang heboh, bermasalah dan sempurna.
      Saat ini aku tahu kebersamaan seperti ini telah lama menunggu kami untuk bernyanyi dan tertawa bersama. Seperti ketika kami menutupi kesalahan diantara kami, memberi kejutan pada yang berulang tahun, dan menertawakan guru-guru. Bahkan terkadang kami bercerita panjang-lebar tentang kebodohan kami sendiri. Sungguh ‘miris’ dan menyenangkan, sangat imajinatif.
@@@

      Aku sering menyempatkan diri ku untuk memikirkan hidup kedepan ku, seperti kelulusan atau pekerjaan. Sesekali aku juga memikirkan tentang keceriaan kami akhir-akhir ini., sempat terfikir di benakku semua ini akan segera berakhir. Kmi akan lulus, dan melupakan semua kejadiaan SMA. Aku takut dan gelisah.

@@@

      Nirwana Gardens” sebuah Resort di daerah pariwisata Lagoi yang 6 bulan ke depan akan menemani hari-hari trainingku. Aku berangkat ke sana  bersama anak-anak yang akan menjadi teman 6 bulan ku, mereka Tessa, Oki, Dila, Lyka dan Jojo. Aku tak tahu, apakah aku mampu beradaptasi tanpa Yosa, Jul dan Widya sahabatku yang kini juga training di Angsana Lagoi. Aku ragu.
   Di dalam training Office ada segerombolan trainer dari Sahid Jakarta, Bandung, SMK Kijang dan juga SMK 1 Tanjungpinang. Mereka terlihat berbeda dari kami semangat dan percaya diri. Sesaat aku berfikir semua ini akan menghimpitku dan mencampakkanku dalam ketakutan-ketakutan. Aku resah hingga hari-hari awal training ku terbuang oleh kegelisahan.
@@@

  Tak sesulit yang ku fikirkan, ternyata disana aku cepat mendapatkan teman baru yang bersahabat dengan ku. Mereka Septa, baik orangnya, pintar, suka jahili aku, tapi satu yang tidak aku suka dengan sifatnya yaitu lemah gemulai, Astri, baik pengertian dengan sahabatnya punya banyak teman, dan aku banyak belajar dengannya untuk mudah bergaul dengan siapa saja. Lyka, pengertian, baik dan cerewet, dia yang menjadi tempat aku curhat selama training disana dan masih banyak lagi sahabat-sahabatku disana.

    Dormitory kami berada di dekat pujasera dan di dormitory itu juga yang menjadi tempat ku bertemu teman-teman baru. Dan di belakang dormitory ini aku dan teman-teman training lainnya bersenda gurau seperti main gitar, main domino serta tidak jarang kami main kartu. Kami melakukan itu setiap malam ketika kami sudah balik kerja, itu sebagai pelepas kepenatan kami saat bekerja.
     Ketika kami sudah bosan di belakang dom kami pergi ke pansut( pantai suntuk) untuk melepaskan kepenatan itu. Ketika aku bosan di dom aku dan teman- teman pergi ke tempat wisata yang ada di lagoi, begitu banyak pengalaman yang ku dapatkan saat berada di lagoi.
 Aku sempat jatuh dan hampir masuk jurang saat aku main-main boom-boom car dengan lyka,tesa,septa dan kak riri. Ini merupakan pengalaman yang menakjubkan dan sangat menakutkan bagi ku. Semenjak itu hingga sekarang aku menjadi takut untuk main boom-boom car lagi. Aku jatuh dari motor disana, ini untuk pertama kalinya aku jatuh dari motor, ketika aku dan teman-teman yang lainnya ingin pergi berenang ke Sakera.
“Teman-teman ntar jam 4 kita pergi ke Sakera yuk”,Ajak Astri.
“yuk la, tapi siapa aja yang pergi ?” Tanya Lyka.
Haryadi,Septa,Kani,Erik,nunung,Sinta, kak Susi, Acik, Kak Yuni dan Kak Lili ntar nyusul”
“Kita naik apa kesana ?”
“ya naik motor la, nak naik apa lagi, kan di pujes ada ojek, kita sewa aja motor mereka, gimana setuju gak?” Astri minta pendapat kami.
“Hmm,, ide bagus tu, yaapp kami setuju.”

       Akhirnya kami pun jadi pergi ke Sakera, di tengah perjalan terjadi sesuatu yang tidak kami inginkan, kecelakaan itu pun terjadi. Aku yang saat itu di dengan Astri terjatuh dari motor di tikungan tajam. Aku terpental jauh dari motor Astri pun begitu. Beruntung kami tidak mengalami luka parah, hanya ada goresan pada tangan dan kaki, tetapi helm yang punya motor ini hancur dan motornya rusak.  Kami kembali ke dom, dan kami pun tidak sampai ketujuan.
Ini pengalaman yang tidak pernah ku lupakan. Beberapa setelah kejadian itu aku trauma naik motor terutama saat ada tikungan. Tetapi trauma ku itu tidak berlangsung lama, sekarang aku sudah tidak takut lagi pada tikungan.
@@@

 “eh… kamar nomor 5 dan 6, kalau siap masak tolong dibersihin!”
Beberapa anak training dari Sahid Lagoi, yang berada di sebelah kamar kami.
“iya, nih… kayak gini ya kebersihan anak Jakarta. Gak banget sih!” tambah Tessa.
“Ntar kami kaduin sama Pak Agus, biar tahu rasa”
      Anak-anak yang kami sebut sebagai ‘si penjorok’ atau anak training dari Jakarta itu tetap diam dan tak menggubris perkataan kami yang mulai muak dengan tingkah mereka.Bahkan anak-anak yang sok keren itu juga berani membawa cowok kedalam dorm mereka dan mereka juga sering membuat onar yang menyebabkan kami sulit tidur di malam hari. Karena kelakuan mereka, kami pun melaporkan kepada training manager, akhirnya training manager pun memeberikan peringatan pada mereka.
    Selama aku menjalani training selam enam bulan, segala permasalahan datang silih berganti, salah satunya kesalah pahaman antara aku,tessa dan dilla. Sebenarnya aku dan lyka yang berpihak padaku sudah membritahukan pada Tessa dan Dila untuk rutin membersihkan dorm, namun mereka tak menghiraukan saran kami dan terjadilah permusuhan di antara kami.
      Menjelang kepulangan anak training dari Jakarta, kami mengadakan acara pelepasan kecil-kecilan. Dan disaat itu juga tiba-tiba mereka menyadari kelakuan mereka selama ini dan meminta maaf kepada kami. Tetapi aku tidak tahu sampai kapan permasalahan aku dan Tessa juga Dilla dapat berakhir karena sampai kepulangan kami ke sekolah malah ini masih terus berlajut dan bertambah hangat.

@@@

       Saat-saat seperti ini tak pernah terbayang oleh ku, ketika aku menyukai dua orang pria yang berbeda karakter. Dia Agus, seorang pria yang taat beribadah, manis dengan sifat cuek, dan Yanto pria yang baik, perhatian dan tampan walau ia sangat pemalu.
Aku tak tahu apakah mereka menaruh perasaan yang sama terhadap ku. Aku benar-benar dilema saat Agus menunjukkan sifat  cueknya dan Yanto dengan sifat pemalunya.
      Terkenang difikiranku saat Agus menjahiliku dengan menyatakan bahwa Yanto menyukaiku, itu terjadi saat aku berada di belakang dom dengan suara yang begitu lantang Agus memulai kebohonganya. Perkataan Agus terbukti, bahkan aku menyukai mereka berdua.
            Disaat yang bersamaan, Ferdy dariSMKN 2 Kijang juga menyatakan cinta kepadaku, tetapi perasaanku tetap berpihak kepada Agus dan Yanto. Terkadang aku berfikir bahwa aku orang yang tak pernah merasa puas. Aku menyukai keduanya hingga aku akhiri PSG ku.
   Dan ending dari cerita psg ini, aku mendapatkan banyak abang dan kakak yang sayang sama aku, sehinnga membuat sebagian dari hatiku begitu sulit untuk berpisah dari mereka.
@@@
  Kami berubah.
         Satu kata yang membuatku kembali tersenyum. Kami 3 ph2 menjalin persahabatan yang lebih intens lagi, keceriaan, tertawa dan tertawa kini mengelilingi hari-hari kami. Aku mencintai suasana ini, bahkan aku mencintai  saat kami memberi kejutan pada Irwan.
 Menertawakan guru dan bercerita tentang masa depan, anak dan suami. Aku bangga pada mereka, aku tahu kami sudah menunggu saat seperti ini.
    Kejutan yang ku dapat dari sahabat-sahabatku ketika aku ulang tahun yang ke-17 juga membuatku jadi semakin sulit meninggalkan mereka. Kejutan yang menakjubkan ini merupakan hal yang belum pernah ku dapatkan sebelumnya. Mereka benar-benar peduli terhadapku.
     Namun di kelas tiga ini merupakan hal tersulit bagiku, begitu banyak masalah menimpa kelas ku. satu masalah sudah terselesaikan datang lagi satu masalah datang lagi. Ku sempat berfikir kalau masalah di kelas kami tidak ada berhenti.
Masalah dari kejuruan, masalah kelas bahkan masalah kami antar sahabat sampai dengan walikelas kami sendiri pun kami bermasalah. Tetapi ku salut dengan walikelas kami biarpun kami telah mengecewakanny, beliau tetap memaafkan kami dan memberi kami kesempatan untuk menyelesaikan tugas kami, meskipun dengan membuat perjanjian yang kami sepakati bersama.
    Namun dibalik itu semua, kelas yang dicap sebagai kelas pembuat onar ini membuatku nyaman. Karena akhir-akhir ini selalu kompak.
           Sempat terfikir di benakku, bahwa kebahagiaan singkat ini akan segera berakhir. Hanya tinggal kenangan dalam foto dan saksi bisu kelas kami. Dan ku berharap semoga aku dan teman sekelas LULUS semua.
.......AMIN.......



SIWIT :
LULUS!
Teriakan dan histeris dari segorombolan anak-anak yang memakai baju putih-biru mewarnai hari itu.
Tangis, tawa ,sedih, bahagia, tampak jelas di setiap wajah mereka satu persatu. Hari ini adalah  hari yang sangat bersejarah untuk semua anak kelas IX.
Terutama untukku.
          “Aku Lulus”
          Akhirnya aku bisa membuktikannya.
***********
          Tapi aku bingung, karena aku harus melanjutkan sekolah di Tanjungpinang untuk ikut orang tuaku disana. Berat  banget kaki ini melangkah untuk meninggalkan kota dengan sebutan Kota 1001 gua ini. Setelah melakukan perjalan selama 3 hari aku dengan ayah ku pun tiba di Tanjungpinang. Kota yang sangat asing dan begitu sangat misterius bagiku.Walaupun terasa asing aku harus tetap tegar untuk melanjutkan sekolah disini. Bagaimanpun  keadaanya aku harus bisa menghadapi.
Aku putuskan untuk masuk ke sekolah SMKN2.
Sekolah yang belum pernah terbesit di fikiranku,dan belum pernah ku ke tahui bagaimana keunggulan sekolah tesebut. Setelah menunggu beberapa hari,pengumuman diterima atau ngak pun tiba.
Aku diterima untuk masuk ke jurusan akomodasi perhotelan.tapi di dalam benakku aku ingin seseorang yang mau jadi temanku,karena sampai saat ini aku  belum mendapatkan teman yang mau menerima ku apa adanya.
**********
MOS  sudah usai dilaksanakan. Semua calon siswa dikumpulkan di aula untuk dibagi kelasnya masing masing.
Dan aku masuk di kelas X PH2.
Tiba tiba.............
          “Hai nama kamu siapa…?”seorang  gadis berambut ikal, mengagetkanku.
          “Hai juga,aku widya”jawabku padanya.
          “Aku Julfita”Jawabnya dengan senyum ikhlas yang tampak jelas dari raut wajahnyanya.Aku dengan jul pun semakin akrab karena kami duduk  bersama.Tak lama juga aku  dapat teman baru,mereka namanya Nurhasanah,Yosalia dan, Puput. Mereka sangat baik terhadapku.
 Aku sering menghabiskan waktu di sekolah bersama mereka, belajar bareng,ngobrol dan ke kantin sama-sama dan aku juga sering belajar banyak dari mereka tentang budaya di Tanjungpinang.
 PH2 kelas yang sekarang ini aku tempatin,kelas yang begitu banyak menyimpan cerita indah dan menyedihkan. Di ph2 ini aku bisa mengerti apaitu yang namanya sahabat,musuh dan lainya. Yang aku herankan sampai saat ini,kenapa kami selalu dimarahin sama guru yang berbeda beda. Setiap harinya kami selalu diberikan omelan, ceramah, dan sebagainya. Dari hal yang paling ringan seperti mbising,dan yang sampai hal yang besar yaitu kelahi akibat dari salah paham belaka. Padahal perbuatan itu hanya diperbuat oleh segerombolan siswa yang duduk di pojok kanan belakang.Walaupun setiap harinya seperti itu kami tidak pernah jera untuk mengulangi perbuatan tersebut.
Tak terasa aku sudah menginjak ke kelas XI. Di semester  tiga ini aku mendapatkan  PSG(Pendidikan Sistem Ganda) gelombang pertama. Kebetulan juga aku psg bersama sahabatku yaitu Yosalia dan Jul. senang banget aku bisa training bersama mereka, dan kami di tempatkan di angsana resort and spa bintan.
          Hari ini kami berangkat psg ke angsana yang diantar oleh pak zohdi yaitu ketua jurusan kami. Aku masih takut untuk melakukan psg ini,karena aku belum tahu apa-apa,aku takut nantinya aku tak bisa. Selama di perjalanan aku selalu di bayangin dengan perasaan yang tak menentu. Pertanyaan-pertanyaan yang melemahkan semangat ku seakan tak mau pergi dari fikiranku walaupun teman-teman ku udah ngedukung aku.
          Setelah melewati perjalanan yang melelahkan kami pun tiba di dormitory angsana. Betapa mengejutkan tempat tersebut bagiku, bagaimana tidak???Tempatnya asing,terpojok dan disebelah dorm tersebut adalah hutan belantara. Bagaimana dengan keadaan malam dengan kondisi seperti ini.
          Di sini aku mendapatkan teman baru yaitu kak rara dan kak vera, mereka  training di bagian purchasing dan accounting. Ada juga sebagian anak training dari akpar medan,trisakti,sahid,dan dari bandung,tapi mereka kebanyakan kurang bersahabat sama kami, mereka terlalu mementingkan diri sendiri daripada orang lain.
 *********



Kringggg.....kringggg.....kringggg
          Alarm berbunyi membangunkanku. Hari ini semua anak training masuk jam 7.00 semua karena kami ingin melakukan observasi.Observasi ini kami dibimbing oleh salah seorang trainee officer. Observasi kami berawal dari angsana dan di akhiri di banyan tree.
Badan terasa pegal pegal, capek, kesemutan, lemah, letih, lesu rasanya badan ini ingin langsung di rebahkan di tempat tidur.
Hari pun telah berganti minggu, minggu pun berganti dengan bulan. Tak terasa 3 bulan kami lewati bersama dari sedih,senang,tawa,tangis,bahagia kami lalui bersama sama. Sampai sampai kami mendapat julukan tersendiri dari kakak kakak senior kami yaitu (TRIO KWEK KWEK). Aku tak tahu dari mana kalimat itu berasal tapi itulah kenyataanya.
Kebetulan hari ini aku,ijul,dan yosa masuk shift pagi ini saat saat yang langka bisa masuk kerja bersama mereka. Setelah pulang dari kerja kami menyempatkan diri untuk singgah ke pujasera untuk membeli makana ringan untuk mennganjal perut yang sudah keroncongan aku membeli coklat dan es krim kedua makanan ini adalah makanan favorit aku ,menurut aku coklat dan es krim membuat pikiran kita lebih tenang dan menghilangkan capek setelah seharian memeras keringat, sedangkan jul dan yosa membeli roti keju dan roti selai kacang.
Setelah membeli makanan ringan kami ke pantai suntuk untuk melihat sunset dan kami juga singgah ke kampong lagoi . Setelah magrib usai kami pun beranjak untuk pulang karena hari sudah gelap dan kak rara pun sudah menunngu di dorm dari jam 4. Aku sangat jarang menghabiskan lelah dan penat setelah seharian kerja bersama kak rara karena, aku pulang lebih awal dari dia.
**********
Tinngal seminngu prakerinku usai, waktunya aku untuk menyelesaikan proposal prakerin. Aku yosa dan jul sepakat untuk membuat proposal itu bersama sama yaitu  kami mengerjakan proposal tersebut di uban karena hanya di sanalah ada warnet yang sesuai dengan isi kantong kami. Setiap hari setelah pulang dari kerja kami pun bersama sama ke uban.
          Akhirnya setelah setiap hari ke uban dengan pulang jam 11 proposalku pun sudah siap, tinggal diserahkan dengan pak Ibrahim training officer aku.
**********
Hari ini waktu aku prakerin sudah usai, waktunya untuk pulang ke rumah dan kembali ke sekolah . Rasanya berat untuk ninggalin kak rara dan semua teman teman di angsana terutama bagi kakak kakak senior yang sudah membimbing dengan tekun sehingga aku bisa. Aku juga merasakan malas yang sangat berat untuk kembali bersekolah lagi karena aku sudah terbiasa dengan dunia kerja. Kami pulang dijemput oleh pak zohdi dan pak ari.
Rasanya berat banget untuk masuk sekolah hari ini karena baru semalam aku pulang dari prakerin dan hari ini juga aku harus masuk sekolah. Rasanya beda harus memulai kebiasaan baru.Di sekolah baru beberapa orang yang masuk sekolah, Kebanyakan dari mereka belum pulang semua. Hari pertama masuk sekolah sudah di berlakukan untuk belajar seperti biasa.
          Membosankan dan membuatku tak bersemangat
             Lebih baik psg daripada harus belajar lagi’’
           Kataku dalam hati,,,,,,,,,,,
          Aku pun bisa bertemu lagi dengan guru-guru yang lama tak pernah ku tahui bagaimana kabarnya,  di antaranya yaitu buk supini dengan sifat yang tegas dan berpindidik, pak gunawan dengan humor yang selalu melekat dalam diri beliau, buk siti dengan sikap lembut dan berwawasan luas, dan tak lupa aku mengunjugi tempat buk susi ibuk  paling hebat sedunia bagiku, karena beliau mengajar sesuai dengan kemauan siswanya.
          Setelah selang seminggu siswa siswi yang psg dari batam dan lagoi pun kembali ke sekolah. Ternyata mereka baik baik dan ramah ramah terhadapku. Aku semakin nyaman mereka.Di kelas XI ini ,juga aku mendapat teman baru dari ph 1 yaitu lyka,desi,wanti dan masih banyak lagi. Aku sering belajar hal dari mereka. Setelah aku berfikir ternyata kembali ke sekolah itu tidak seburuk dengan apa yang kufikirkan selama aku psg.
          Aku tidak terlalu bersemangat untuk belajar, pr banyak yang aku abaikan tugas jarang aku kerjain . aku juga lebih terbuka dengan teman temanku, aku tidak tahu kenapa aku bisa tidak bersemangat dengan pelajaranku. Aku sering menghabiskan waktu untuk bermain dan seneng seneng dengan teman teman.
          Dan tidak bisa akupungkiri bahwa aku juga seperti perempuan  remaja lainya yang pernah merasakan indahnya jatuh cinta. Aku tidak ingin terpuruk dalam kesedihan yang menggelutiku bertahun tahun akibat cintaku yang bertepuk sebelah tangan yang membuat aku tidak ingin lagi mengenal cowok lagi karena aku takut rasa sakit hati itu akan terulang kembali . tapi aku mulai tersadar bahwa aku tidak akan pernah bisa untuk miliki dia karena jarak yang memisahkan aku dengan dia dalam hati kecilku  aku ingin bankit dari rasa sakit hati ini dengan mengenal teman teman cowok. Tapi entah kenapa rasa dendam aku kepada cowok itu tidak bisa di hilangkan seakan akan dia sudah hidup dalam fikiranku dan perasaanku.
**********

Lagu itu terus mengalun, laguku, ya…. Lagu Rama ‘bertahan’. Setiap nadanya menjelma dalam tangga nada, membawaku menaikinya dalam balutan irama yang menyihir perasaanku. Aku hidup di dalamnya, di dalam aroma lagu yang meneduhkan.
Aku tidak tahu apa sikap aku ini salah atau bagaimana aku tak tahu. Sampai akhirnya aku menemukan seseorang yang bisa mengerti aku apa adanya. Tapi fikiran jahat itu pun keluar dari fikiranku karena aku hanya ingin mempermainkan cowok tersebut dan akhirnya aku berhasil aku bisa membuat dia sakit hati dan merasakan apa yang aku rasakan
**********
Tak terasa  waktu terus berputar hingga kini membawa ku duduk dibangku paling atas disekolah ini. Aku tak bisa lagi terus dan terus bermalas-malasan kini otakku dibebani berbagai macam hal yang membuatku mau tak mau harus menghadapinya. Tak kala hal itu terkadang membuatku drop. Banyak hal baru yang kutemukan dan kejutan yang terus datang menghampiriku tidak hanya aku tapi semua anak dikelas itu.
           Aku ingat diwaktu itu. Waktu yang menyisakan sedikit kenangan pahit. Tingkah laku sebagian dari mereka yang terkadang membuat hatiku sakit dan menggoreskan luka. Mereka terus dan terus membuat sesuatu yang tadak diinginkan dan buruk dimata guru.Tatkala jika salah satu yang berbuat maka semua kan terkena imbasnya. Hingga akhirnya guru-guru mengecap kelas ini sebagai kelas pembuat onar . Aku bingung dengan semua sifat mereka. Apa yang mereka inginkan ???. Apakah dengan berbuat hal itu dapat memberikan kepuasan tersendiri bagi mereka ???. Apa yang sebenarnya mereka inginkan???. Hingga terkadang timbul perasaan menyesal dihatiku. Namun, ku buang jauh-jauh rasa itu hingga akhirnya yang kini ada hanya senyuman dan rasa senang dan perasaan berat hati tuk pergi meninggalkan semua ini. Semua yang telah kulalui bersama semua.
          Kini semua hal terus kami lakukan. sesuatu yang membuat kepalaku rasanya ingin pecah.  Pelajaran yang begitu banyak seperti gunung yang tinggi. Try out yang terus menghampiri. Ujian praktek, ujian sekolah dan ujian nasianal yang kan jadi akhir perjalanan kisah ini. Dan satu kata yang aku dan mereka inginkan serta nantikan
 “LULUS”
          Ya kata itu yang kan menutup akhir dari semua ini.
THE END


OK kan??